Rabu, 05 Agustus 2009

Arah Pemikiran

Penguasa Ideal
Menurut plato, penguasa ideal adalah seorang penguasa yang sanggup menyatukan kekuasaan politik dengan kecerdasan, kearifan dan pengetahuan yang tinggi. Dan kecerdasan, kearifan dan pengetahuan yang tinggi itu hanya dapat ditemukan di dalam diri seorang filsuf, oleh sebab itu seorang penguasa ideal haruslah seorang filsuf. Hanya filsuf-raja yang akan dapat memimpin negara dengan hikmat dan kearifan sejati (true wisdom), karena hanya seorang filsuf-raja yang mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk bagi negara.

Aristoteles, yang berpendapat bahwa bentuk pemerintahan negara yang terbaik bagi hukum yang terbaik ialah politea, yang berada diantara oligarki dan demokrasi, mengatakan, janganlah orang-orang kaya seperti dalam bentuk oligarki yang menjadi penguasa, tetapi juga jangan orang-orang miskin seperti dalam bentuk demokrasi yang menjadi penguasa. Bagi Aristoteles, penguasa ideal ialah mereka yang berada di antara kudua golongan itu, yakni golongan menengah, yang biasa memanggul senjata.

Menurut Machiavelli, seorang penguasa ideal ialah seorang penguasa yang harus sanggup menjadi panglima militer yang cakap dan terampil serta yang benar-benar dapat mengendalikan angkatan perang dengan baik. Selain itu seorang penguasa ideal haruslah seorang yang pandai tetapi juga yang sangat cerdik menggunakan kekuasaan. Penguasa ideal itu harus sanggup menggunakan kekuasaan dengan memanfaatkan hal-hal yang dianggap baik dan terpuji tetapi juga ha-hal yang dianggap jahat dan tak terpuji. Ia harus dapat berperan sebagai manusia maupun sebagai binatang. Dan kesemuanya itu hanya merupakan alat yang digunakan untuk meraih tujuan yang mulia yaitu kesatuan, keutuhan dan kejayaan negara yang pada akhirnya akan mendatangkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya.
Dikutip dari buku:
Filsafat Politik. J.H.RAPAR
Anda berada dimana, dan mau kemana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar